Mitos Seputar Ketuban Pecah Dini yang Masih Dipercayai

Published by Adit Jambrongs in the blog Adit Jambrongs's blog. Views: 507

[​IMG]
Kehamilan adalah masa yang ditunggu dan harus dijaga sebaik mungkin hingga waktu melahirkan tiba. Saat masa kehamilan, terdapat beberapa hal yang tidak ingin dialami dan salah satunya adalah ketuban pecah dini (KPD). Air ketuban akan keluar jika usia kandungan sudah memasuki 37 minggu namun, jika terjadi pecah ketuban sebelum waktunya, akan menjadi momok tersendiri apalagi terdapat beberapa mitos yang masyarakat percayai.

Mitos yang paling dipercaya saat terjadi pecah ketuban adalah waktu kelahiran yang segera tiba dan sudah pembukaan. Padahal, selaput ketuban berada di bagian belakang mulut rahim dan jika terjadi pecah ketuban, maka air ketuban dapat keluar dari mulut rahim walaupun belum mengalami pembukaan. Jika hal tersebut tidak ditangani dengan baik tidak hanya dapat membahayakan janin yang dikandung namun juga nyawa ibu yang mengandung.

Mitos lainnya seputar ketuban yang pecah dini, yaitu:

  • Setiap air yang keluar dari jalan lahir adalah air ketuban. Padahal, di selaput ketuban, terdapat 2 lapis yaitu amnion yang merupakan selaput ketuban yang sebenarnya dan korion yang merupakan selaput palsu.

  • Terdapat bunyi kecil jika selaput ketuban tersebut pecah, padahal jika pecah, tidak akan terdapat bunyi karena tertutup dinding rahim.

  • Air ketuban bau seperti amonia. Mitos tersebut salah karena air ketuban tidak mengandung amonia.

  • Berhubungan badan dapat mengakibatkan KPD namun hal tersebut tidak menjadi penyebab KPD dan jika pecah, itu hanya kebetulan saja.
Banyak hal yang menjadi mitos seputar ketuban pecah dini seperti jika mengkonsumsi buah tertentu seperti salak, nangka, durian yang memiliki kulit tajam dan bersifat panas dapat mengalami KPD. Hal tersebut tidak semua dapat dibuktikan secara ilmiah kecuali nanas muda dan durian yang bersifat panas. Untuk menjaga agar kandungan tetap sehat dan tidak mengalami KPD, Anda harus mengkonsumsi makanan yang sehat dan hindari junk food, merokok dan alkohol. Anda juga harus rutin mengkonsumsi susu hamil seperti Lactamil Pregnasis yang mengandung asam folat, zat besi, protein, kalsium, vitamin D dan kandungan lainnya. Jadi, konsumsi Lactamil Pregnasis untuk kehamilan yang sehat bagi ibu dan janin hingga masa melahirkan!
You need to be logged in to comment